Kebudayaan pada Penduduk Masyarakat Perkotaan yang Dinamis

Photo: Yulia Agnis

Sebelum memasuki permasalahan, kita harus memahami apa itu penduduk, masyarakat, dan kebudayaan Penduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.

Masyarakat adalah suatu kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Hal yang terpenting dalam masyarakat adalah pranata sosial, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial adalah perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.

Kebudayaan adalah hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan cipta merupakan kemampuan berpikir dan kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.

Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya. Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia (masyarakat) tersebut.

Baca Juga:   Hoaks Makin Subur, Kondisi Sosial Masyarakat Sedang Sakit

Setelah memahami pengertian diatas, kita dapat mempelajari kebudayaan pada masyarakat perkotaan. Sebenanya apa sih perkotaan itu?

Perkotaan berasal dari kata kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi, diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dan coraknya yang materialistis. Sedangkan perkotaan berarti wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.Perkotaan memiliki ciri-ciri yang tidak dimiliki oleh pedesaan atau perkampungan, diantaranya  :

  1. Pandangan penggunaan kebutuhan hidup sesuai dengan pandangan masyarakat sekitarnya.
  2. Kehidupan keagamaan berkurang hal ini karena cara berfikir yang rasional
  3. Bersikap Individulis tanpa harus bergantung pada orang lain.
  4. Pembagian kerja antara warga lebih tegas dan mempunyai batas nyata
  5. Kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan lebih banyak
  6. Jalan pikiran lebih rasional sehingga pola interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi.
  7. Pembagian waktu yang teliti akibat dari jalan kehidupan yang cepat guna dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan hidup.
  8. Perubahan – perubahan sosial lebih cepat di kota karena lebih terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

Seperti halnya dengan pola kebudayaan masyarakat pedesaan, pola masyarakat kota bias dikatakan lebih maju daripada daerah pedesaan atau perkampungan. Contohnya bahasa yang sering digunakan adalah bahasa Indonesia, atau jika diperlukan menggunakan bahasa asing.  Selain itu,  kemajuan teknologi yang lebih maju sesuai dengan globalisasi serta mendukung masyarakat perkotaan yang dinamis. Atau berbagai jenis pekerjaan yang tidak akan ditemukan di pedesaan.

Baca Juga:   Budaya Poligami Dan Kesakinahan Yang Dikesampingkan

Namun ada beberapa faktor kebudayaan yang mulai berkurang. Diantaranya kehidupan beragama pada masyarakat perkotaan mulai berkurang seiring dengan padatnya aktivias di perkotaan, sehingga mereka mulai meninggalkan kewajiban agama yang harus dijalani. Selain itu, nilai dan norma di masyarakat kota, umumnya sudah mengalami pergeseran dimna sedikit sekali dipakai sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi antar warga masyarakat kota juga bersifat individual. Mereka akan berhubungan dengan orang lain karena ada kepentingan dan urusan. Hal itu ditambah sifat masyarakat perkotaan yang konsumerisme, mementingkan diri sendiri dibanding orang lain.

Berdasarkan faktor tersebut, dikhawatirkan timbul beberapa macam penyimpangan sosial, diantaranya pencurian, narkoba, pergaulan bebas, dll. Pencurian dapat terjadi dikarenakan kurangnya pendidikan beragama pada masyarakat yang mulai pudar. Sedangkan penyalahgunaan narkoba terjadi karena kurangnya interaksi, sehingga mereka merasa  bosan dan mulai mencicipi barang haram tersebut. Dan pergaulan bebas terjadi karena kurangnya nilai dan norma pada masyarakat, sehingga mereka merasa tidak segan-segan untuk melakukannya.

Kesimpulan
Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa dibalik gemerlapnya kehidupan ibu kota, tersimpan beberapa kebudayaan yang mulai memudar dihadapan kita. Seiring waktu berjalan, dikhawatirkan nilai budaya yang menjadi pedoman masyarakat hilang, sehingga masyarakat perkotaan tidak dapat dikontrol dan mereka dapat melakukan sesuka mereka. Menurut saya, sebaiknya pemerintah dapat membangun cagar budaya di perkotaan besar supaya mereka lebih mengenal tradisi lama kita. Selain itu pemerintah harus lebih giat membuat festival yang bertemakan budaya tradisional kita. Selain lebih mendekatkan diri dengan kebudayaan tradisional, acara tersebut juga dapat mengundang turis baik domestik atau luar negeri dimana dapat menjadi objek wisata tersendiri pastinya.

Sumber: Rullyrahim97.blogspot.com

Leave a Reply