Pentingkah Menggunakan Wearables dalam Kehidupan Sehari-hari?

Menurutmu, pentingkah memiliki–setidaknya satu–wearables untuk membantu aktivitasmu sehari-hari? Masing-masing orang tentunya memiliki pendapatnya sendiri ya? Namun sepertinya wearables sendiri belum terasa begitu penting bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebab selain informasi mengenai wearables yang sedikit, ketersediaan teknologi tersebut pun sangat terbatas, sehingga banyak orang belum mengenal dan mengerti penggunaan wearables dalam kehidupan sehari-hari.

Jika ingin mencari tahu definisi wearables dan macam-macam wearables yang sedang nge-hits tahun 2016, baca dulu artikel kami sebelumnya ya.

Mungkin wearables belum terasa penting bagi kebanyakan orang Indonesia. Tetapi berbeda dengan masyarakat di luar negeri, kebanyakan dari mereka mulai menyadari pentingnya memiliki wearables setidaknya satu di rumah. Beberapa dari mereka bahkan ingin memiliki banyak wearables untuk membantu aktivitas mereka sehari-hari.

Terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan perusahaan layanan bisnis PricewaterhouseCoopers (PwC). Sejak tahun 2014, PwC membuat Consumer Intelligence Series untuk memperoleh wawasan secara langsung mengenai sikap dan perilaku konsumen terhadap media dan teknologi yang berubah dengan cepat. Baru-baru ini, mereka mengeluarkan laporan terbaru yang mengungkapkan bahwa penggunaan wearables meningkat cukup pesat.

Banyak orang semakin sadar pentingnya menggunakan wearable technology dalam kehidupan sehari-hari

Hasil penelitian pada tahun 2014 menunjukkan, dari 1.000 orang yang menjadi responden penelitian PwC, sebanyak 21% menggunakan wearables. Pada tahun 2016, jumlah tersebut bertambah menjadi 59%.

Sebanyak 1.000 responden ini memiliki wearables setidaknya satu, dan 45% di antara mereka memiliki fitness band, 27% di antaranya memiliki smartwatch, dan 15% lainnya memiliki smart glasses.

Sejak tahun 2014, para konsumen setuju bahwa wearable technolgy dapat membantu mereka olahraga lebih efektif (82%), membantu para orang tua menjaga anak-anaknya (73%), meningkatkan akuntabilitas perorangan (69%), dan membuat mereka lebih efisien di rumah (65%) dan di kantor (63%).

Baca Juga:   5 Teknologi Smartphone terbaru yang Berkembang Sangat Pesat!

Penggunaan wearables pun diperkirakan akan meningkatkan interaksi sosial. Pada tahun 2014, ada 10% responden yang memercayai hal tersebut. Namun pada tahun 2016, persentase tersebut bertambah menjadi 33%. Tandanya, banyak orang yang percaya bahwa penggunaan wearables dapat mendorong terjadinya interaksi sosial satu sama lain.

Keraguan yang berkurang
Tidak sedikit orang yang ragu untuk membeli wearables saat kategori ini muncul di pasar. Hal yang diduga memicu keraguan pada konsumen untuk memiliki wearables adalah privasi data. Sebab teknologi ini memiliki data penggunanya dan terhubung menggunakan koneksi Bluetooth atau internet, privasi tersebut dapat dicuri oleh orang lain.

Memang benar, privasi data menjadi salah satu alasan yang menahan para konsumen untuk menggunakan wearables. Namun ternyata, bukan hal tersebut yang menjadi alasan utamanya. Ada dua hal yang membuat orang berpikir ulang untuk menggunakan wearables, yakni harga dan penggunaannya.

apakah saya akan benar-benar menggunakan wearables dalam kehidupan sehari-hari?

Ya, tidak dipungkiri wearables dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Belum lagi keraguan mengenai penggunaannya. Apakah wearables tersebut akan digunakan sesuai dengan fungsi yang ditawarkan? Apakah nanti benda tersebut justru hanya menjadi aksesori yang terpasang pada tubuh? Banyak orang menahan diri untuk menghabiskan uang mereka demi membeli wearables yang belum tentu dipakainya.

Namun, keraguan itu berkurang—walau masih ada. Semakin banyak orang yang ingin memiliki dan menggunakan wearables. Bahkan, ketakutan mengenai privasi data pun turut berkurang. Tandanya, hal tersebut bukan merupakan isu terbesar dalam memakai wearables.

Baca Juga:   Jadilah Pengguna Media Sosial yang Cerdas dengan 5 Tips Ini

Orang Tua Lebih Sadar Pentingnya Wearables
Hal menarik yang menjadi temuan penelitian PwC ini adalah Orang Tua (orang dewasa yang memiliki paling sedikit satu anak) ingin memiliki lebih dari satu wearables. Sebanyak 62% Orang Tua ingin membeli lebih banyak wearables, sementara hanya 41% orang dewasa (bukan Orang Tua) memiliki keinginan yang sama.

Orang Tua lebih banyak melihat sisi positif dari penggunaan wearables. Hanya sedikit dari mereka yang percaya bahwa wearable technology dapat mengurangi kemampuan berinteraksi sosial dengan orang lain, menyerang privasi data mereka, atau membuat mereka lebih rentan terhadap pelanggaran keamanan. Hanya sedikit.

Sebanyak 85% Orang Tua percaya wearable technology dapat meningkatkan kehidupan kesehatan mereka, lalu 80% dari mereka percaya wearables dapat menambah keahlian teknologi, dan sebanyak 77% Orang Tua percaya wearables dapat meningkatkan kehidupan parenting mereka.

Orang tua percaya bahwa kehidupan mereka akan jauh lebih baik dengan menggunakan wearables

Masa Depan yang Lebih Baik
Secara keseluruhan, para responden percaya bahwa kehidupan mereka akan lebih baik dengan adanya wearable technology. Sejak tahun 2014, sebanyak 61% responden percaya kalau mereka akan lebih mudah mengingat nama seseorang dengan wearables, 63% responden yakin wearables dapat mengurangi obesitas, dan 70% responden percaya kalau penggunaan wearables dapat memperpanjang usia hidup mereka lebih lama lagi.

Bagaimana menurutmu, pentingkah menggunakan wearables dalam kehidupan sehari-hari? Cek koleksi produk teknologi yang kamu butuhkan di sini.

Leave a Reply